Bijak Menyikapi Masa Lalu


Masa lalu bagi seseorang seringkali disesali, apalagi jika masa lalu tersebut kelam. Padahal tak seharusnya berpikiran seperti itu. Masa lalu adalah bagian dari perjalanan hidup kita, kita bisa mengambil hikmah dibaliknya. Jika masa lalu itu indah, kita ambil hikmahnya untuk selalu dan selalu istiqomah dan berusaha menjadi lebih baik. Jika masa lalu itu kelam, kita ambil hikmahnya untuk tidak mengulanginya lagi dan tetap berusaha untuk selalu menjadi lebih baik. Bukankah guru yang terbaik adalah pengalaman? Begitulah pepatah bijak mengatakan.

Bagaimana dengan masa lalu anda?. Semoga kita bisa lebih bijak menyikapi masa lalu. Jangan sampai masa lalu membuat kita terlena dan lupa. Masa lalu indah seringkali membuat orang terlena dan merasa sudah berada dalam zona nyamannya, tidak melakukan suatu hal untuk menjadi lebih baik. Merasa beresiko untuk berubah karena merasa keadaan seperti itulah yang membuatnya nyaman. Masa lalu kelabu seringkali membuat orang putus asa, seakan sudah tak ada lagi arti hidup bagi mereka. Masa lalu kelabu seakan akhir segalanya dan tak ada kesempatan untuk merubahnya. Padahal, bisa jadi masa lalu kelabu itu adalah sarana bagi kita untuk belajar untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Namun, masa lalu kelabu bisa juga menjadi akhir dari segalanya dan tak ada proses menuju arah lebih baik.

Alkisah, ada seorang anak yang lagi belajar berjalan. Dia merangkak hingga mencoba berdiri dengan bantuan orang tuanya. Senyumnya merekah tatkala dia berhasil berdiri pertanda dia senang sekali dengan perkembangannya. Namun, apa yang terjadi selanjutnya. Karena anak kecil tersebut merasa sudah bisa, dengan jumawanya dia melangkahkan kakinya dan akhirnya dia terjatuh. Sang anak menangis keras karena kecewa tidak bisa berjalan dan terjatuh. Dia menangis keras untuk menunjukkan betapa besar rasa kekecewaannya. Sang ibu mencoba menghibur dan mengajaknya untuk belajar lagi. Namun, sang anak enggan menuruti ibunya. Dia merasa jatuhnya tadi adalah akhir segalanya. Dia tak bisa berjalan, dia hanya bisa berdiri saja. Akhirnya, dengan trauma yang berlebihan mengakibatkan dia tak bisa berjalan selamanya. Dia hanya berada dalam gendongan sang ibu dan merasa nyaman dan aman dengan keadaan seperti itu. Begitulah gambaran seseorang yang merasa kegagalan dan masa lalu kelabu adalah akhir segalanya. Begitulah gambaran seseorang yang jumawa dan menganggap dirinya sudah bisa segalanya. Begitulah gambaran seseorang yang kurang bijak menyikapi masa lalu.

Sementara itu, dibelahan bumi lainnya. Ada seorang pengangguran yang mencoba berdagang. Dia mengumpulkan uang dari hasil pinjaman ke beberapa tetangga untuk modalnya berdagang. Dibelinya segala sesuatu yang dianggap memiliki nilai jual tanpa mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi. Alhasil, karena tidak melalui perhitungan yang matang. Orang tersebut mengalami kerugian yang besar. Modal tak kembali, belum lagi hutang belum bisa terbayarkan. Dia bingung apa yang harus dilakukan, sempat putus asa dan kapok untuk berdagang. Namun, dia mencoba untuk mengevaluasi diri akan apa yang telah ia lakukan. Rupanya dia menemukan bahwa dalam berdagang itu perlu perhitungan yang benar agar mendapatkan hasil yang maksimal. Ahirnya, dia bangkit dari keterpurukannya dan mengumpulkan sisa-sisa modalnya untuk membeli sayuran. Karena dia melihat ada peluang berjualan sayuran di kompleks perumahan sekitar rumahnya. Dia kemas sedemikian menarik sayur-sayuran tersebut sehingga tampak ekslusif dan bernilai jual tinggi. Dan ternyata strateginya berhasil dengan banyaknya ibu-ibu yang membeli karena praktis tidak perlu pergi ke pasar dan kemasannya menarik. Sejak saat itu orang tersebut sukses berdagang sayur-sayuran di kompleks perumahan sekitar rumahnya bahkan hingga ke kelurahan sekitarnya. Begitulah gambaran seseorang yang bisa belajar dari kegagalan. Begitulah gambaran seseorang yang tak jatuh karena masa lalu kelabu. Begitulah gambaran seseorang yang bijak menyikapi kegagalan yang tak menghalangi untuk tetap terus maju menjadi seorang yang senantiasa lebih baik.

Semoga kita termasuk orang yang bijak menyikapi masa lalu. Karena masa lalu bukan untuk dilupakan melainkan untuk kita ambil pelajaran dan manfaatnya untuk menjadi insan yang senantiasa lebih baik. Semoga menginspirasi, ini hanyalah coretan hasil pemikiran saya yang coba dituangkan dalam serangkaian kata dengan harapan bisa bermanfaat bagi semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: