Sekedar Coretan Seorang Kader

Sedikit menyampaikan apa yang saya dapatkan tadi sore ketika Launching DM2 KAMMDA MALANG.

1. DM1 (AB1) —> Paham Islam, Mengenal Islam, dan Menunjukkan pribadi-pribadi yang Islami.
2. DM2 (AB2) —> Penggerak Dakwah, (Muharrik)
3. DM3 (AB3) —> Konseptor, Pemikir.

Yang bisa ane pahami dan ane sharingkan tentang pernyataan diatas adalah. Selain merupakan salah satu wasilah (sarana) perjuangan dakwah jalur siyasi. KAMMI juga merupakan wasilah untuk senantiasa memperbaiki diri. Bagaimana menjadi pribadi-pribadi yang islami, ditunjukkan dengan sikap santun, professional, dan keistiqomahannya dalam ibadah serta amalan-amalan baik yang lainnya. Itu bisa dilihat dengan bagaimana konsep riayah (penjagaan) para kader-kadernya, bagaimana proses halaqah, amal yaumi, hingga majelis-majelis lainnya seperti kajian-kajian dan diskusi-diskusi.

Sesuai dengan istilah yang populer dari KAMMI adalah “MUSLIM NEGARAWAN”. Ya, bukan negarawan muslim, tapi muslim negarawan. Menurut hemat ane, konsep muslim negarawan adalah bagaimana mendidik kader-kader yang muslim dan berjiwa negarawan. Kenapa muslim ditaruh sebagai awalan karena memang itulah penekanannya. Menjadi seorang Kader KAMMI adalah bagaimana menjadi seorang MUSLIM yang terlihat dari pola hidup kesehariannya. Bagaimana dia beribadah kepada tuhannya, bagaimana dia berinteraksi dengan lingkungannya, dan bagaimana dia menjadi seorang yang bisa dibanggakan dengan potensi-potensi yang dimilikinya. Setelah menjadi seorang MUSLIM, kata berikutnya adalah bagaimana menjadi seorang NEGARAWAN. Negarawan asal katanya adalah Negara yang diberi akhiran –wan yang artinya orang yang memikirkan dan berwawasan kenegaraan dan segala elemen-elemen yang berada didalamnya. Jadi jelas disana terkonsep bagaimana menjadikan seorang kader KAMMI yang MUSLIM, shaleh, full manfaat yang bisa berfikir sebagai seorang NEGARAWAN yang bisa memikirkan bagaimana nasib negara dan bangsa ini kedepannya yang akhirnya dapat membawa masyarakatnya menjadi masyarakat yang memiliki jiwa-jiwa dan karakter-karakter sebagai masyarakat madani.

DM1 (AB1) yang merupakan tahap awal dimana sebagai pintu masuk pengkaderan KAMMI untuk melahirkan calon pemimpin-pemimpin disana ditekankan kepada bagaimana dia mengenal islam, bagaimana dia memahami islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin, agama yang syumul, yang mengatur segala permasalahan yang ada didunia maupun diakhirat mulai dari bagaimana bersuci, bermasyarakat, hingga berpolitik dan mengurusi negara. Kader KAMMI AB1 harus memahami hal tersebut. Setelah memahami dan mengenal otomatis dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari dengan aksi nyata. Karena dalam surat Ash-Shaff ayat ke: 2-3 yang termasuk dalam salah satu penugasan yang harus dihafalkan. Bahwa: “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS: 61: 2-3)

DM2 (AB2)merupakan jenjang berikutnya. Jenjang disini bukan berarti setelah DM2 bukan berarti jati diri sebagai AB1 itu hilang begitu saja. Tetapi dalam DM2 (AB2) ditekankan kepada bagaimana dia bisa menjadi motor penggerak dakwah dengan nilai-nilai islam yang melekat pada dirinya. Seorang AB2 diharapkan bisa menjadi motor utama yang bisa menggerakkan agenda-agenda dakwah sehingga bisa menjadikan mesin-mesin dakwah berjalan untuk gerakan kebaikan dan dalam implementasi agenda memperjuangkan dien ini.

Setelah 2 jenjang pertama berhasil dilewati maka sampailah pada jenjang terakhir yaitu DM3 (AB3). Setelah seorang kader KAMMI mengenal islam, memahami islam, mengimplementasikannya dalam keseharian dan bisa menjadi motor dan penggerak dakwah maka tibalah waktunya bagi mereka untuk bisa menjadi konseptor dan pemikir bagaimana arah gerak dakwah kedepannya seperti apa sesuai dengan perkembangan zaman dan problematika-problematika kontemporer yang terjadi di masing-masing periode dan zona dakwah yang tentu saja tidak sama antara satu periode dengan periode lainnya serta satu daerah dengan daerah lainnya.

Wallahua’alam, Mohon diingatkan dan diluruskan apabila ada pemikiran ane yang kurang pas. Ini hanya pemahaman ane sebagai seorang yang ingin belajar dan memahami mengapa saya harus berjuang di KAMMI. Karena bagi ane adalah sangat penting mengetahui maksud dan tujuan ane bergabung dan menyatakan diri bahwa seorang AHMAD RIBBY adalah KADER KAMMI. Allahu Akbar!

Comments
2 Responses to “Sekedar Coretan Seorang Kader”
  1. Masjid UB sedang dibangun,
    setelah selesai, mari buat gebrakan (walau KAMMI di UB sudah menguasai, salut!!!)

    ‘Gerakan Perlawanan dari Masjid Kampus’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: