Hijrah Dari Bank Konvensional Ke Bank Syariah

Sudah hampir tiga tahun saya menjadi nasabah bank konvensional, BNI 46 tepatnya. Saya membuka rekening bank agar mempermudah abah ketika akan mengirimkan uang bulan padaku yang ada di tanah perantauan. Sebelum memiliki rekening saya “menitipkan” uang kepada rekening teman saya setiap abah mengirimkan uang bulanan. Dan tentu saja itu merepotkanku sekaligus temanku. Karena tak ingin merepotkan siapa-siapa lagi dan agar praktis maka saya pun memutuskan membuka rekening. Setoran awal yang harus saya bayarkan ketika membuka rekening adalah minimal Rp 500.000,- sesuai dengan jumlah uang bulanan kiriman orang tua waktu itu. Dan jadilah saya punya rekening sendiri.

Ada satu hal yang sangat memberatkan, yaitu setiap bulan ada pemotongan biaya bulanan sehingga mau tidak mau uang bulananku harus direlakan sebagian untuk keuntungan bank. Mau bagaimana lagi karena tidak punya pilihan lain maka sayapun tetap terus setia menggunakan jasa bank dalam transaksi keuanganku setiap bulanan. Selain itu hampir tidak ada masalah yang berarti dalam layanan yang diberikan Bank kepada saya. Saya dengan mudah transfer uang kesana-sini, saya bisa dengan mudah mengambil uang di ATM terdekat. Namun, ketentuan pemotongan biaya setiap bulan ditambah biaya tambahan transaksi-transaksi semakin menggerogoti jumlah saldo di rekeningku. Malah sering kali saldo di rekeningku nominalnya Rp 0,- – Rp, 20.000,-. Bahkan, saldo terakhir saat saya menulis tulisan ini adalah sekitar Rp 4000,- saja, miris. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan saya pun menutup rekening di Bank BNI 46 konvensional dan beralih pada layanan lainnya.

Sebenarnya saya tak pindah jauh-jauh dari Bank BNI, tetap ada embel-embel BNI-nya yaitu BNI Syariah. Kenapa saya pilih BNI Syariah? Tentu saja karena banyak keunggulan-keunggulan yang bisa saya dapatkan. Dibanding dengan BNI konvensional menurut saya lebih nyaman menggunakan layanan BNI Syariah. Namun, salah satu kekurangan dari BNI Syariah adalah kantor cabang yang masih sedikit, hanya di beberapa kota saja dan Alhamdulillah Malang adalah salah satu kota yang memiliki Cabang BNI Syariah. Perkenalanku dengan BNI Syariah sebetulnya tidak sengaja, karena kakakku kebetulan membuka rekening disana dan saya melihat buku tabungannya. Sebenarnya BNI Syariah sudah berjalan lebih dari 10 tahun, namun entah kenapa saya kurang tahu bahwa ada layanan BNI Syariah. Mungkin karena publikasinya belum bisa maksimal dan seperti yang sudah saya katakana tadi bahwa BNI Syariah masih terbatas di beberapa kota tertentu saja.

Apa yang menjadi keluhan utama di layanan sebelumnya yaitu adanya pemotongan saldo untuk biaya bulanan itu tidak lagi saya temukan di BNI Syariah ini. Artinya tidak ada biaya pemotongan bulanan sama sekali. Selain itu, setoran awal minimal hanya sebesar Rp 20.000 saja dan tentunya ini sangat membantu bagi mahasiswa seperti saya, apalagi saya membuka di pertengahan bulan. Saya memilih layanan BNI TabunganKu, walau sebenarnya ada layanan yang lebih menguntungkan yaitu Tabungan iB Hasanah. Namun,apapun pilihannya insyaAllah kedua-duanya sangat menguntungkan atau minimal tidak ada yang merugikan.

TabunganKu iB adalah tabungan yang dikelola berdasarkan akad Wadi’ah yang pada dasarnya adalah bersifat titipan (Karena bersifat titipan makanya tidak ada pemotongan biaya sepeserpun). Apabila keadaan keuangan Bank memungkinkan, maka akan diberikan bonus yang besarnya tidak diperjanjikan di awal pembukaan TabunganKu iB. Cara membuka rekening pun sangat mudah cukup membawa kartu identitas berupa KTP. Apabila KTP non wilayah Malang maka harus membawa surat keterangan dan untuk Mahasiswa cukup membawa KTM saja. Selain itu mengisi formulir pembukaan rekening seperti biasa dan membayar setoran awal minimal sebesar Rp. 20.000,-.

Tabungan iB Hasanah adalah simpanan dalam mata uang rupiah yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dengan akad Mudharabah muthlaqah dan akad Wadi’ah. Mudharabah muthlaqah yaitu akad antara pihak pemilik modal (shahibul maal) dengan pengelola (Mudharib) untuk memperoleh keuntungan, yang kemudian akan dibagikan sesuai nisbah yang disepakati. Dalam hal ini, Mudharib (Bank) diberikan kekuasaan penuh untuk mengelola modal atau menentukan arah investasi sesuai syariah. Setoran awal untuk Tabungan iB Hasanah adalah Rp. 100.000,- yang secara otomatis akan didonasikan sebesar Rp. 500,- untuk kegiatan social yang dilakukan oleh Bank.

Alhamdulillah saat ini saya sudah menggunakan layanan perbankan syariah. Karena menurut saya sangat menguntungkan dan yang paling penting adalah sesuai dengan kaidah-kaidah islam yang saya yakini. Layanan yang diberikan pun tidak kalah dengan Bank Konvensional lainnya, bahkan kita bisa melakukan transaksi di BNI konvensional walaupun kita adalah nasabah BNI Syariah. Penarikan tunai di ATM juga bisa dilakukan di semua tempat yang memiliki logo tertentu seperti logo Cirrus dan ATM bersama. Mudah dan menyenangkan bukan?

TUNGGU APALAGI, KAWAN? AYOO MENABUNG DI BANK SYARIAH!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: