(Bukan) Pertarungan Tanpa Titik

Pertarungan dalam Pemilihan Presiden RI tahun 2014 lalu ternyata masih membekas jelas dan bisa dirasakan sampai saat ini. Pertarungan yang memang berjalan sangat sengit dan paling menegangkan sepanjang sejarah pemilihan Presiden di Negeri ini sejak merdeka 69 tahun yang lalu. Bagaimana tidak, calon presiden yang bertarung hanyalah dua pasang saja yang artinya hanya ada dua pilihan, kalau tidak Prabowo Subianto yaa Joko Widodo yang akan menduduki pucuk pimpinan negeri ini.

Kini, rakyat Indonesia sudah punya pemimpin baru. Pemimpin yang keluar sebagai pemenang dari pertarungan super sengit yang menelan biaya yang tak sedikit. Pemimpin yang sudah menakhodai negeri ini selama 100 hari sejak ia dilantik dan diambil sumpahnya dibawah naungan Al-Qur’an yang suci. Tentunya sudah banyak yang beliau perbuat dalam rangka mewujudkan apa yang dijanjikannya untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang membelit bangsa ini.

Pemimpin kita yang satu ini memang sungguh fenomenal. Bagaimana tidak, karir politiknya terbilang melesat sangat cepat. Dari seorang Walikota, menjadi Gubernur, hingga menjadi Presiden seperti saat ini, waktu yang beliau butuhkan hanyalah tak lebih dari 10 tahun saja. Sejak terpilih menjadi Walikota Solo pada tahun 2005, terpilih kembali tahun 2010 untuk kedua kalinya, menjadi Gubernur tahun 2012, dan terpilih menjadi Presiden pada Pilpres tahun 2014 lalu. Harapan besar bangsa Indonesia ada di tangannya, dan beban bangsa ini pun harus ia tanggung dipundaknya.

Namun, langkah yang harus dilalui Bapak Jokowi ini sepertinya tak bakal semulus karir politiknya. Sudah banyak kekisruhan yang timbul akibat dari kebijakan yang ia keluarkan. Mulai dari pencabutan subsidi BBM, penunjukan jaksa agung, ketua MK, hingga yang terbaru adalah kekisruhan KPK Vs Polri yang dimulai lantaran penunjukan BG sebagai calon Kapolri tunggal yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas kasus rekening gendut yang menyeret beberapa nama jenderal di kepolisian termasuk BG.

Yang menarik dari segala kekisruhan ini, terutama di dunia maya adalah masih banyaknya orang-orang yang mengait-ngaitkan dengan proses pilpres lalu. Contohnya seperti ramainya tagar #Salam2Ribu, #SalamGigitJari yang merupakan plesetan dari #SalamDuaJari yang dipakai tim kampanye Jokowi. Yang meramaikan hastag ini biasanya diidentifikasikan sebagai pendukung Prabowo. Kubu pendukung Jokowi pun tak mau tinggal diam melihat jagoannya menjadi bahan bullyan. Mereka melakukan serangan balik dengan mengatakan bahwa para pendukung Prabowo masih belum legowo dan belum bisa move on dari kekalahannya pada Pilpres yang lalu.

Belum lagi desas-desus para pendukung Jokowi garis keras yang disinyalir banyak yang mulai kecewa dengan sepak terjang Jokowi hingga muncullah “Menyesal Pilih Jokowi”. Ataupun ketika para pendukung Jokowi ada yang mengkritik keras Jokowi dianggap “gak dapet kue” atau “jatahnya kurang”. Dan masih banyak lagi hal-hal yang menurut saya absurd dan lucu.

Saya memaklumi bahwa memang Pilpres kemarin sangatlah sengit persaingannya. Apalagi di zaman keterbukaan akses informasi yang serba mudah, informasi yang ada cepat sekali tersebar dan menjadi pembicaraan yang “panas” ditengah masyarakat, utamanya masyarakat yang aktif di dunia maya. Tapi janganlah sampai berlarut-larut hingga saat ini, seakan-akan ini pertarungan yang tak akan berakhir hingga pilpres berikutnya.

Lepaskanlah, ikhlaskanlah, dan terimalah kenyataan bahwa Joko Widodo adalah Presiden Indonesia, Presiden kita. Ditangan beliaulah nasib bangsa ini dipertaruhkan. Do’akanlah beliau bisa amanah dalam menjalankan tugasnya, do’akanlah beliau tahan terhadap godaan-godaan yang mungkin terus merayunya. Bila beliau dirasa melakukan kesalahan, kritiklah ia dengan cara menyuarakan dengan cara yang elegan dan no anarkis. Jangan selalu sangkut pautkan dengan proses pilpres yang lalu, move on gaesss!

Move On dari hiruk-pikuk Pilpres itu bukan hanya untuk para pendukung Prabowo saja tetapi juga untuk para pendukung setia Jokowi. Bagi pendukung Jokowi, jangan anggap para pendukung Prabowo yang mengkritik Jokowi itu belum legowo. Sebaliknya bagi para pendukung Prabowo, jangan anggap mereka para pendukung Jokowi yang sekarang balik mengkritik Jokowi adalah kubu pesakitan, barisan penuh kekecewaan dan penyesalan.

Mari kita sama-sama belajar untuk sebisa mungkin objektif dalam menilai. Pemimpin kita itu bukan dewa, bukan pula nabi yang tak bakal lakukan kesalahan. Jokowi itu manusia biasa, yang pasti bisa kapan saja melakukan kesalahan. Sebagai rakyat, kita wajib mengingatkannya bila melakukan kesalahan. Bila terus saja blunder dan melakukan kesalahan, mari sama-sama kita turunkan! *@ribbyahmad

Comments
2 Responses to “(Bukan) Pertarungan Tanpa Titik”
  1. Faqih Addien Al Haq says:

    Hukum jangan diikhlaskan dan dilepaskan. Nalar dan akal sudah seharusnya dikedepankan untuk meligitimasi Joko Widodo sebagai Presiden NKRI. :3

    Halo ribby

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: